KUMPULAN SKRIPSI BIMBINGAN KONSELING PENGARUH POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA DALAM BELAJAR PADA SISWA KELAS XI

Written By Wira Junior on Wednesday, April 24, 2013 | 3:47 AM


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Keluarga merupakan wadah pendidikan yang sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kemandirian anak, oleh karena itu pendidikan anak tidak dapat dipisahkan dari keluarganya karena keluarga merupakan tempat pertama kali anak belajar menyatakan diri sebagai mahkluk sosial dalam berinteraksi dengan kelompoknya. Orang tua yaitu ayah dan ibu merupakan orang yang
bertanggung jawab pada seluruh keluarga. Orang tua juga menentukan kemana keluarga akan dibawa dan apa yang harus diberikan sebelum anak-anak dapat bertanggung jawab pada dirinya sendiri, ia masih tergantung dan sangat memerlukan bekal pada orang tuanya sehingga orang tua harus mampu memberi bekal kepada anaknya tersebut.

Orang Tua memegang peranan utama dan pertama bagi pendidikan anak, mengasuh, membesarkan dan mendidik anak merupakan tugas mulia yang tidak lepas dari berbagai halangan dan tantangan, sedangkan guru disekolah merupakan pendidik yang kedua setelah orang tua di rumah. Pada umunnya murid atau siswa adalah merupakan insan yang masih perlu dididik atau diasuh oleh orang yang lebih dewasa dalam hal ini adalah ayah dan ibu, jika orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama ini tidak berhasil meletakan dasar kemandirian maka akan sangat berat untuk berharap sekolah mampu membentuk siswa atau anak menjadi mandiri.

Menurut Zainum Mutadin (2002, www.e_psikologi.com) Kemandirian adalah suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi lingkungan, sehingga individu pada akhirnya akan mampu berfikir dan bertindak sendiri dengan kemandiriannya. Kemandirian anak harus dibina sejak anak masih bayi, jikalau kemandirian anak diusahakan setelah anak besar, kemandirian itu akan menjadi tidak utuh. Kunci kemandirian anak sebenarnya ada di tangan orang tua. Kemandirian yang dihasilkan dari kehadiran dan bimbingan orang tua akan menghasilkan kemandirian yang utuh. Untuk dapat mandiri anak membutuhkan kesempatan, dukungan dan dorongan dari keluarga khususnya pola asuh orang tua serta lingkungan sekitarnya, agar dapat mencapai otonomi atas diri sendiri.

Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua didalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Meski dunia pendidikan atau sekolah juga juga turut berperan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mandiri, pola asuh orang tua tetap merupakanpilar utama dan pertama dalam membentuk anak untuk mandiri. Orang tua mana yang tidak mau leihat anaknya tumbuh menjadi anak mandiri. Tampaknya memang itulah salah satu tujuan yang ingin dicapai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Baumrind dalam Agoes Dariyo (2004:97) membagi pola asuh orang tua menjadi tiga yakni Otoriter, Permisif, dan Demokratis. Pola Asuh Otoriter (parent oriented) ciri-ciri dari pola asuh ini, menekankan segala aturan orang tua harus ditaati oleh anak. Anak harus menurut dan tidak boleh membantah terhadap apayang diperintahkan oleh orang tua. Dalam hal ini, anak seolah-olah menjadi robot, sehingga ia kurang inisiatif, merasa takut, tidak percaya diri, pencemas, rendah diri, minder dalam pergaulan, tetapi disisi lain anak bisa memberontak, nakal atau melarikan diri dari kenyataan, misalnya dengan menggunakan narkoba (alchohol

or drug abuse). Pola Asuh Permisif, sifat pola asuh ini children centered yakni segala aturan dan ketetapan keluarga di tangan anak. Apa yang dilakukan oleh anak diperbolehkan orang tua, orang tua menuruti segala kemauan anak. Anak cenderung bertindak semena-mena, tanpa pengawasan orang tua, ia bebas melakukan apa saja yang diinginkan, anak kurang disiplin dengan aturan-aturan
sosial yang berlaku. Bila anak mampu menggunakan kebebasan tersebut secara bertanggung jawab, maka anak akan menjadi seorang yang mandiri, kreatif, inisiatif dan mampu mewujudkan aktualisasinya.

Pola Asuh Demokratis, kedudukan antara orang tua dan anak sejajar. Suatu keputusan diambil bersama dengan mempertimbangkan kedua belah pihak. Anak diberi kebebasan yang bertanggung jawab artinya apa yang dilakukan oleh anak tetapi harus dibawah pengawasan orang tua dan dapat dipertanggung jawabkan secara moral. Orang tua dan anak tidak dapat berbuat semena-mena, anak diberi kepercayaan dan dilatih untuk mempertanggung jawabkan segala tindakannya, tidak munafik dan jujur.

Siswa SMA Negeri Sumpiuh berasal dari latar belakang kelarga yang berbeda. Ada yang berasal dari keluarga pegawai negeri, pegawai swasta, TNI, petani, buruh tani, buruh pabrik dan dari keluarga dengan latar belakang pekerjaan musiman. Dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda tersebut telah membentuk pola asuh orang tua yang berbeda-beda di dalam keluarga. Pada
penelitian ini, penulis melihat secara kenyataan di lapangan bahwa kemampuan siswa antara yang satu dengan lainnya berbeda-beda, siswa yang satu memiliki tipe belajar A sedangkan lainnya memiliki tipe belajar B dan seterusnya. Setiap remaja yang tercatat sebagai siswa memiliki gaya dan tipe belajar yang berbeda dengan teman-temannya hal ini disebabkan oleh karena siswa memiliki potensi yang berbeda-beda dengan siswa yang lain. Seorang Guru di SMA Negeri Sumpiuh menggambarkan siswa yang kurang memiliki kemandirian dalam belajar terlihat ketika dalam mengikuti proses belajar mengajar bersikap pasif, tidak berani bertanya apabila menghadapi kesulitan, dlam ulngan mempunyai kesukaan untuk mencontek pekerjaan teman atau mencontek dari lembaran-lembaran yang telah dipersiapkan dari rumah dan kurang berfikir kritis.

Mencermati kenyataan tersebut di atas, bahwa dari latar belakang keluarga yang berbeda akan membentuk pola asuh orang tua yang berbeda-beda dan diprediksikan dari pola asuh orang tua yang berbeda-beda itu mempengaruhi kemandirian siswa dalam belajar. Secara kenyataan di SMA Negeri Sumpiuh belum pernah diadakan penelitian tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian siswa dalam belajar. Hal tersebut mendorong penulis untuk mengadakan penelitian tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian siswa dalam belajar di sekolah tersebut, dan akhirnya penulismerumuskan ke dalam penelitian yang berjudul sebagai berikut : Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kemandirian Siswa dalam Belajar pada Siswa Kelas XI SMA Negeri I Sumpiuh Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2005 / 2006.

B. Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Adakah Pengaruh Pola Asuh Orang tua terhadap Kemandirian Siswa dalam Belajar pada Siswa Kelas XI SMA Negeri Sumpiuh ?”
 
C. Penegasan Judul

1. Pola Asuh Orang Tua
Pola Asuh adalah gambaran yang dipakai oleh orang tua untuk mengasuh (merawat, menjaga atau mendidik) anak (Singgih D. Gunarsa, 1991 : 108-109). Dalam penelitian ini, pola asuh orang tua yang dimaksudkan adalah Gambaran yang dipakai oleh orang tua dalam mengasuh, membesarkan, merawat dan mendidik yang berpengaruh secara langsung terhadap kemandirian anak
dalam belajar.

2. Kemandirian Siswa dalam Belajar
Menurut Drost (1993:22) Kemandirian adalah individu yang mampu menghadapi masalah-masalah yang dihadapinya dan mampu bertindak secara dewasa.
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya ( Syaiful Bahri, 2002:12)
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kemandirian siswa dalam belajar adalah perilaku siswa dalam mewujudkan kehendak atau keinginannya secara nyata dengan tidak bergantung pada orang lain, dalam hal ini adalah siswa tersebut mampu melakukan belajar sendiri, dapat menentukan cara belajar yang efektif, mampu melaksanakan tugas-tugas belajar dengan baik mampu untuk melakukan aktivitas belajar secara mandiri serta bertujuan agar siswa mampu menemukan sendiri apa yang harus dilakukan dan memecahkan masalah di dalam belajar dengan tidak bergantung pada orang lain.
Dengan demikian yang dimaksud dalam judul penelitian ini adalah Pengaruh metode atau cara yang dipilih orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak-anak mereka untuk menghadapi masalah dan dalam proses mencapai kemandirian dalam belajar.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian siswa dalam belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri Sumpiuh.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi beberapa manfaat sebagai
berikut :
1. Secara Teoritis
Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling yang khususnya dapat dimanfaatkan sebagai kajian bersama mengenai pengaruh pola asuh orang tua sehingga dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
2. Secara Praktis
a. Dapat dipergunakan sebagai pemahaman dan gambaran realitas bagi orang tua siswa dalam menerapkan pola asuh di dalam meningkatkan kemandirian dalam belajar.
b. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru
pembimbing di sekolah untuk lebih memperhatikan kemandirian yang dimiliki oleh siswa dalam belajar.

F. Sistematika Penulisan Skripsi

Untuk memberikan gambaran umum mengenai isi skripsi ini, maka disajikan beberapa garis sistematika skripsi dengan bagian-bagian yaitu 1) Bagian awal skripsi, 2) Bagian isi skripsi 3) Bagian akhir skripsi. Bagian awal skripsi terdiri atas judul skripsi, sari (abstrak) skripsi, halaman pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran. Bagian
isi skripsi terdiri atas lima bab, yang dapat dirinci sebagai berikut






NB : JIKA SOBAT INGIN VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN REQUEST DIKOLOM KOMENTAR,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, 


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

8 comments:

Anonymous said...

mau dong yang lengkap

Anonymous said...

OK BOLEH TU YANG LENGKAP

Anonymous said...

kalo boleh, mau yang lengkap dong...!

Hari Herdiana said...

aku minta dong

Moch nogi said...

mana

Dicky Hardianto said...

minta yg lengkap gan,,pliss..
butuh bgd :)

edy ling said...

mw yg lengkap gan

Wira Junior said...

@ALL >> Bagi sobat2 yg ingin versi lengkapnya, silahkan tinggalkan e-mail masing2. Trims....





Regards
Admin Wira

Post a Comment