MAKALAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TERBARU PERANAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN TEPADU

Written By Wira Junior on Thursday, April 25, 2013 | 3:44 PM


BAB I
PENDAHULUAN

Sebagaimana kita lihat bahwa rentang usia TK (4 – 6 th) disebut dengan masa usia dini, yang merupakan masa keemasan bagi seseorang karena masa inilah seluruh informasi dapat diserap dengan mudah dan cepat oleh anak melalui seluruh panca indranya. Sebagai analoginya bahwa anak ibarat spons (karet busa) yang mampu menyerap air tanpa peduli apakah air itu bersih atau kotor, oleh karena itu masa ini sering disebut dengan masa kritis untuk memperkenalkan dan menanamkan segala hal yang positif dan berguna bagi perkembangan anak dimasa selanjutnya.
Dengan pesatnya perkembangan pada seluruh aspek yang disebabkan oleh perkembangan otaknya yang dapat mencapai 90% dari otak orang dewasa. Oleh karena itu tugas utama dari seorang guru disekolah untuk menyediakan berbagai pengalaman belajar yang menentang anak untuk terus bereksplorasi. Pendekatan pembelajaran terpadu dinilai sesuai untuk digunakan pada anak usia TK karena karakteristik usia TK adalah senang bermain dan dengan bermain mereka belajar. Dengan pembelajaran terpadu anak diajak untuk bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Disini peranan guru sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan atau tercapainya tujuan sesuai dengan yang ditetapkan.

BAB II
PERANAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN TEPADU

1. PERANAN GURU TK SEBAGAI PERENCANA
Peranan guru sebagai perancana dalam pembelajaran terpadu adalah guru merencanakan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan bersama anak didik. Bentuk-bentuk perencanaan dalam proses pembelajaran di TK adalah :
a)   Perencanaan Tahunan
      Dalam perencanaan tahunan sudah ditetapkan dan disusun kemampuan keterampilan dan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan dicapai oleh anak didik dalam satu tahun. Perencanaan tahunan dan semester juga memuat tema-tema yang sesuai dengan aspek perkembangan anak dan minat anak serta sesuai dengan lingkungan sekolah setempat. Perencanaan tahunan dibuat bersama antara guru-guru dan kepala sekolah.
b)   Perencanaan Semester
      Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator yang ditata secara urut, serta sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya kedalam semester I dan semester II.
c)   Perencanaan Mingguan (Satuan Kegiatan Mingguan)
      Perencanaan mingguan disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema.
d)   Perencanaan Harian (Satuan Kegiatan Harian)
      Perencanaan harian disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari. SKH terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat.makan dan kegiatan akhir.
Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : misalnya berdoa/mengucapkan salam, membicarakan tema atau sub tema. Kegiatan ini merupaka kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian kemampuan sosial dan emosional anak. Kegiatan ini dapat dicapai melalui kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitas anak. Serta kegiatan yang dapat meningkatkan pengertian-pengertian, konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik. Kegiatan inti merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara individu/kelompok. Istirahat/makan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan : misalnya mengenalkan kesehatan makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan cuci tangan kemudian makan dan berdoa sebelum makan. Setelah kegiatan makan selesai, anak melakukan kegiatan bermain dengan alat permainan diluar kelas dengan maksud untuk mengembangkan motorik kasar anak dan bersosialisasi. Kegiatan ini sesuai dengan kemauan anak, anak makan kemudian bermain atau sebaliknya anak bermain terlebih dahulu baru setelah itu makan.
Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan akhir yang dapat diberikan misalnya membacakan cerita dari buku, mendramatisasikan suatu cerita, mendiskusikan tentang kegiatan satu hari atau menginformasikan kegiatan esok harinya, menyanyi, berdoa dan sebagainya. Sebagai seorang perencana, guru TK harus memahami langkah-langkah perencanaan dalam pembelajaran terpadu. Sebaiknya perencana pembelajaran disusun untuk waktu tidak kurang dari dua minggu dan dapat diperluas untuk beberapa minggu setelah itu. Sebelum memulai langkah-langkah penyusunan, sebaiknya guru telah memilih dan menentukan tema serta menjabarkannya kedalam sub tema serta menentukan kemampuan yang akan dikembangkan.
Langkah-langkah penyususanan perencanaan pembelajaran terpadu seperti yang disarankan oleh Kostelnik adalah sebagai berikut :
a.   Menuangkan ide kedalam tulisan, masukkan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tema kedalam rencana kita. Pertimbangkan waktu untuk melaksanakannya dan siapkan kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan tema untuk memberikan kesempatan kepada anak yang tidak menyukai atau tidak tertarik dengan tema yang telah ditetapkan.
b.   Periksa rencana pembelajaran tersebut, pastikan bahwa paling sedikit ada tiga jenis kegiatan yang berhubungan dengan tema dalam satu hari. Pastikan dalam satu minggu seluruh aspek perkembangan yang akan dicapai sudah tercantum dan akan dilalsanakan.
c.   Jika dalam perencanaan kita terdapat kerjasama dengan ahli lain seperti dokter, guru musik, guru tari maka pastikan bahwa kita telah menyampaikan isi tema yang akan kita terapkan pada kegiatan pembelajaran agar kegiatan yang akan dilakukan dalam bidang tersebut dapat mendukung dan sejalan dengan kegiatan pembelajaran yang akan kita laksanakan.
d.   Persiapkan bahan, alat, media, narasumber dan sarana prasarana.
e.   Organisasikan kegiatan dengan baik sehingga setiap anak dapat terfokus pada tema.
f.    Pastikan bahwa dalam rencana kita seluruh konsep, istilah, fakta dan prinsip telah dikembangkan dengan baik dan kegiatan yang akan dilaksanakan cukup bervariasi.
g.   Ciptakan suasana tematik dalam kelas.

2. PERANAN GURU SEBAGAI PELAKSANA
Setelah rencana pembelajaran selesai disusun maka tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sebaiknya guru memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
a)   Kembangkan rencana yang telah kita susun dan perhatikan kejadian atau peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari pada hari itu.
b)   Melaksanakan penilaian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema tersebut dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil kerja anak.
c)   Bantu anak untuk memahami tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran.
d)   Lakukan percakapan dengan anak tentang hal-hal yang berkaita dengan tema sehingga kita dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak tentang tema yang dipelajari pada hari itu. Bantu dan doronglah anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dengan cara menjawab pertanyaannya atau memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan menemukan jawaban melalui kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya.
e)   Adakan kerjasama dengan orang tua atau keluarga secara timbal balik mengenai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, informasikan tema kepada pihak oang tua atau keluarga sehingga orang tua ikut serta mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

3. PERANAN GURU TK SEBAGAI EVALUATOR
Peranan guru TK sebagai evaluator adalah melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan. Penilaian dilakukan secara observasi dan pengamatan terhadap cara belajar anak baik individual atau kelompok. Tujuan penilaian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang dicapai oleh anak.             Hasil karya anak dapat kita pajang ditempat pemajangan sebagai tanda hasil kegiatan yang telah dilakukan, hal ini dapat membangun rasa kebanggaan pada diri anak dan dapat memotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Evaluasi harus mampu memperdayakan guru, anak dan orang tua. Guru sebagai evaluator harus melihat penilaian sebagai suatu kesempatan untuk menggambarkan pengalaman anak didik serta sebagai alat untuk mengetahui kemajuan proses maupun belajar anak didik.
Setelah mempelajari dan memahami penjelasan mengenai peranan guru, tampaklah bahwa tugas dan tanggung jawab seorang guru TK tidaklah mudah dalam kegiatan pembelajaran terpadu. Peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik, pembimbing dan pelatih adalah :
a.   Korektor
      Guru harus bisa membedakan nilai yang baik dan mana nilai yang buruk, sehingga guru dapat menilai dan mengoreksi semua tingkah laku, sikap dan perbuatan anak didik. Jadi peran guru Tk sebagai korektor ialah mengembangkan kemampuan berprilaku melalui kebiasaan-kebaiasaan yang baik dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk.
b.   Inspirator
      Guru harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan belajar anak didik. Disini peran guru ialah menuangkan ide-ide atau gagasan atau melakukan inovasi pembelajaran guna kemajuan anak didik. Misalnya menciptakan atau mengembangkan berbagai media, alat maupun metode-metode pembelajaran.
c.   Informator
      Guru memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain materi yang telah diprogramkan sesuai kurikulum. Kemudian guru harus mengembangkan dirinya dengan terus belajar tentang kemajuan-kemajuan teknologi agar tidak “gagap teknologi (gatek)” dan memiliki yang luas diberbagai hal.
d.   Organisator
      Guru memiliki kegiatan pengelolan akademik, menyusun tata tertib sekolah dan menyusun kalender akademik. Semua kegiatan harus diorganisasikan dengan baik sehingga tercapai efektivitas dan efesiensi pembelajaran.
e.   Motivator
      Guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar lebih bersemangat dan aktif dalam belajar, motivasi ini lebih efektif bila dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan anak.

f.    Inisiator
      Peran guru sebagai pencetus ide-ide dalam kemajuan pendidikan dan pembelajaran. Guru harus mampu mengembangkan dan memberi sumbangsih pemikiran demi kemajuan pendidikan mulai dari yang terkecil seperti dalam kelas dan sampai yang terbesar dalam lingkup sekolah maupun wilayah yang lebih luas lagi.
g.   Fasilitator
      Sebagai fasilitator guru hendaknya menyediakan fasilitas yang memudahkan kegiatan belajar dan dapat menyenangkan atau bisa membangkitkan anak didik untuk bereksplorasi serta menyalurkan minat dan keingintahuannya secara aktif.
h.   Pembimbing
      Bimbingan yang diberikan guru sebaiknya sesuai dengan kebutuhan anak didik. Jika dilihat anak tersebut mampu melaksanakan tugasnya, namun dia tampak manja atau tidak mau melakukannya maka cobalah untuk bersikap tegas dengan meminta anak untuk mencoba melakukannya sendiri dahulu sampai anak itu benar merasa membutuhkan bantuan barulah guru membantunya.
i.    Demonstrator
Dalam kegiatan pembelajaran tidak semua materi pelajaran dapat dipahami oleh anak mengingat kemampuan setiap anak berbeda-beda. Untuk materi yang sulit dipahami oleh anak didik, sebaiknya guru memperagakan sehingga dapat membantu anak yang belum memahami materi tersebut. Untuk materi yang cukup berbahaya dilakukan oleh anak sendiri, sebaiknya guru bertindak sebagai demonstrator.
j.    Pengelola Kelas
      Pengelolan kelas menunjukkan pada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar, termasuk pengaturan tempat duduk, ventilasi, pengauran cahaya dan pengaturan penyimpanan barang.
k.   Mediator
      Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya, baik media material amaupun nonmaterial. Sehingga guru dapat menentukan media yang paling sesuai untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Selain sebagai mediator, guru juga sebagai penengah dalam proses belajar anak didik khususnya saat kegiatan diskusi kelompok.
l.    Supervisor
      Guru dapat membantu, memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. Kelebihan yang dimiliki supervisor selain posisinya ada juga karena pengalaman, pendidikan, kecakapan atau keterampilan yang dimilikinya atau memiliki sifat-sifat kepribadian yang menonjol dari pada orang-orang disupervisinya. Dengan peran guru sebagai supervisor, guru juga harus memilki kesadaran untuk dapat menilai kinerjanya sendiri untuk meningkatkan kegiatan pembelajarannya.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Peranan guru sangat penting demi tercapainya tujuan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan, peranan guru dalam pembelajaran terpadu adalah sebagai perencana, pelaksanan dan sekaligus evaluator. Peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik, pembimbing dan pelatih adalah sbagai korektor, inspirator, informator, organisator, motivator, inisiator, fasilisator, pembimbing, pengelola kelas, demonstrator, mediator dan supervisor.

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Siti. (2008). Pembelajaran Terpadu Buku materi Pokok PGTK2501/25KS/Modul 1-6. Jakarta: Universitas Terbuka.




VERSI BAHASA INGGRIS 


CHAPTER I
INTRODUCTION


As we see that the kindergarten age range (4-6 years) referred to early childhood, which is the golden age for someone because this is when all the information can be easily and quickly absorbed by children through all five senses. As an analogy that a child is like a sponge (foam rubber), which is able to absorb water without caring whether it is clean or dirty water, therefore this period is often called the critical time to introduce and embed all things positive and useful for the future development of the next child.
With the rapid development of all aspects of brain development caused by that can reach 90% of the adult brain. Therefore the main task of a school teacher to provide a variety of learning experiences against children to continue to explore. Integrated learning approach rated suitable for use in children ages kindergarten because of the characteristics of kindergarten age are happy to play and learn with their play. With integrated learning children are invited to play while learning and learning while playing. Here the role of the teacher is very important and will determine the success or the achievement of objectives in accordance with established.

CHAPTER II
THE ROLE OF TEACHERS IN LEARNING TK tepadu


1. TK ROLE AS A TEACHER PLANNER
The role of the teacher as perancana in integrated learning is the teacher to plan a learning activity that will be carried out with the students. Forms of planning in the process of learning in kindergarten is:
a) Annual Planning
In the annual plan has been established and developed skills and abilities expected habituation habituation-achieved by the students in one year. Annual planning and semester also includes themes that correspond to aspects of child development and children's interests and in accordance with the local school environment. Annual planning made jointly between teachers and principals.
b) Planning Semester
Planning is half the learning program that contains the network theme, the development, basic competencies, learning outcomes and indicators are arranged in sequence, as well as systematic, allocation of time required for each theme and its distribution network into first half and second half.
c) Planning Weekly (Weekly Activity Unit)
Weekly planning unit arranged in the form of weekly activities (SKM). SKM is a translation of a term that contains the planning activities in order to achieve the indicators that have been proposed for a week in accordance with the level of discussion of themes and sub-themes.
d) Daily Planning Unit (Daily Activities)
Daily planning unit arranged in the form of daily activity (SKH). SKH is a translation of the unit weekly activities (SKM). SKH contains learning activities, whether carried out individually, groups, and classical in a single day. SKH consists of initial activities, core activities, and activities istirahat.makan end.
Initial activity is an activity carried out for heating and classical. Activities that can be done include: eg pray / say hello, discuss the theme or sub-theme. This activity merupaka activities that can turn the attention of the child's social and emotional skills. This activity can be achieved through activities that provide opportunities for children to explore and experiment in order to bring the initiative, independence and creativity of children. And activities that can enhance understandings, concentration and develop good work habits. Core activities are activities undertaken by individuals / groups. Break / eating is an activity that is used to fill the children's ability related to eating: eg medical introduce nutritious foods, eating discipline that begins with hand washing and then eat and pray before meals. Once finished eating activities, kids activities by means of game play outside the classroom with a view to developing a child's gross motor and socialization. This activity is in accordance with the wishes of the child, the child eat then play or vice versa children play first and then eat.
The final activity is a calming activity which is carried out in the classical style. End activities that can be given for example read the story of the book, dramatize a story, discuss the events of the day or the next day informing activities, singing, praying, and so on. As a planner, kindergarten teachers must understand the steps in the planning of integrated learning. Planners should study prepared for no less than two weeks and can be extended for a few weeks after that. Before starting the preparation steps, the teacher should have to pick and choose the theme and translate it into sub-themes and to determine the ability to be developed.
Penyususanan steps of planning an integrated learning as suggested by Kostelnik is as follows:
a. Ideas into posts, enter some activities related to the theme into our plans. Consider the time to implement and prepare activities that are not related to the theme to provide opportunities for children who do not like or are not interested in a predetermined theme.
b. Check the lesson plan, make sure that there are at least three types of activities related to the theme of the day. Ensure that all aspects of the week will progress achieved has been listed and will dilalsanakan.
c. If the plan we are working with other experts such as doctors, teachers of music, dance teacher then make sure that we have a theme that will deliver content we apply the learning activities that the activities to be carried out in the field can support learning activities and in line with the will we perform.
d. Prepare materials, tools, media, sources and infrastructure.
e. Organize activities properly so that every child can focus on a theme.
f. Make sure that the whole concept of our plans, terms, facts and principles has been developed and activities to be implemented quite varied.
g. Create a thematic atmosphere in the classroom.

2. ROLE OF TEACHERS TO PERFORM
After the lesson plans of teachers completed the next task is to carry out what has been planned in the learning activities in class. Learning activities in order to run effectively, teachers should pay attention to the following steps:
a) Develop a plan that we have collated and note the spontaneous event or events indicated by the child of the material learned that day.
b) Carry out an assessment of the child's interest in and understanding of the theme by using observations, interviews, group discussions, and examples of the work of children.
c) Help your child to understand the content and process of learning activities.
d) Perform a conversation with children about things that berkaita with the theme so that we can know how far the child's understanding of the topic being studied that day. Assist and encourage the child to satisfy his curiosity about the things he wanted to know a way to answer the question or give children the opportunity to seek and find answers through exploration activities on the surrounding environment.
e) Hold a partnership with parents or family mutual learning about the activities conducted, the theme to the oang inform parents or families so that parents participate in support of the implementation of learning activities.

3. ROLE OF TEACHERS TK as an evaluator
Kindergarten teacher role as an evaluator is assessing the learning processes and outcomes assessment activities. Assessment conducted observation and observation of the child's way of learning either individually or in groups. The purpose of this assessment is done to determine the extent of progress made by the child. Children's work place can we display a sign displaying the results of activities that have been carried out, it can build a sense of pride in children and can motivate to produce better work. Evaluation should be able to bamboozle teachers, children and parents. Teachers as evaluators should see assessment as an opportunity to describe the experience of the students as well as a tool to determine the progress and learning of the students.
After studying and understanding the explanation of the role of teachers, it appears that the duties and responsibilities of a kindergarten teacher in the learning activities are not easily integrated. Another role that should be done as a teacher educator, mentor and coach are:
a. Corrector
Teachers must be able to distinguish a good value and where the value is bad, so that teachers can assess and correct all behavior, attitudes and actions of students. So the teacher's role as a proofreader Tk is developing the ability to behave through-kebaiasaan good habits and avoid bad habits.
b. Inspiration
Teachers should be able to give a good inspiration for the learning progress of the students. Here the role of the teacher is expressing ideas or ideas or innovations for the progress of students learning. For example, creating or developing a variety of media, tools and learning methods.
c. Informator
Teachers provide information on the progress of science and technology, in addition to the material that has been programmed in accordance curriculum. Then the teacher should develop themselves by continuing to learn about the technological advances that are not "technology illiterate (gatek)" and has a broad various things.
d. Organizer
Teachers have the management of academic activities, preparing the school rules and prepare academic calendar. All activities must be organized properly in order to achieve effectiveness and efficiency of learning.
e. Motivator
Teachers should be able to encourage students to be more passionate and active in learning, motivation is more effective when done with attention to the needs of the child.

f. Initiator
Teacher's role as the originator of the ideas in the advancement of education and learning. Teachers should be able to develop and contribute ideas for the advancement of education ranging from the smallest such as in the classroom and to the largest within the school and wider region.
g. Facilitator
As a teacher facilitator should provide facilities that enable learning and fun can or can generate students to explore and distribute the interest and curiosity actively.
h. Preceptor
Guidance of the teacher should be in accordance with the needs of the students. If the child is able to be seen performing their duties, but she looks spoiled or do not want to do that then try to be assertive by asking the children to try to do it myself first until the child actually feels teachers need help then help him.
i. Demonstrator
In learning activities are not all subject matter can be understood by considering the ability of each child different child. Materials that are difficult to be understood by students, teachers should demonstrate in order to help children who do not understand the material. For quite hazardous materials carried by the children themselves, the teacher should act as a demonstrator.
j. Business class
Management of the class showing the activities that create and maintain the optimum conditions for the teaching and learning process, including seating arrangements, ventilation, light and settings pengauran storage of goods.
k. Mediator
Teachers should have sufficient knowledge and understanding of media education in various forms and types, both nonmaterial amaupun media material. So teachers can determine the most appropriate medium to use in learning activities. Aside from being a mediator, as well as an intermediate teacher in the learning process of the students especially during the group discussions.
l. Supervisor
Teachers can help, improve and assess critical to the learning process. Supervisor in addition to the advantages of his position there as well as experience, education, skill or skills they have or have personality traits that stand out from the people disupervisinya. With the teacher's role as a supervisor, the teacher also needs to have the awareness to be able to assess their own performance to improve their learning activities.

CHAPTER III
CLOSING


Conclusion

The teacher's role is crucial for the achievement of objectives in accordance with the established. In learning activities with the approach, the role of teachers in integrated learning is a planner, and implementation as well as evaluators. Another role that should be done as a teacher educator, mentor and coach is sbagai corrector, inspiration, Informator, organizer, motivator, initiator, facilitator, mentor, manager class, demonstrator, mediator and supervisor.

REFERENCES

Aisyah, Siti. (2008). Integrated Learning Books Basic materials PGTK2501/25KS/Modul 1-6. London: The Open University.

 

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

0 comments:

Post a Comment