CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN PENGEMBANGAN DAN INOVASI KURIKULUM

Written By Wira Junior on Wednesday, July 17, 2013 | 6:39 PM



"MAKALAH PENDIDIKAN LENGKAP DAN TERBARU"
PENGEMBANGAN DAN INOVASI KURIKULUM



A.      Pendahuluan
Keberhasilan dalam suatu pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan inovasi kurikulum. Munculnya inovasi kurikulum dilatarbelakangi oleh tantangan untuk menjawab masalah-masalah krusial dalam pendidikan termasuk keresahan masyarakat tentang kualitas pendidikan yang selama ini cenderung merosot.
Pengembangan dan inovasi kurikulum juga tergantung pada dinamika masyarakat, sehingga perubahan di masyarakat memiliki implikasi perubahan dalam pendidikan. Perubahan dalam pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan supaya bisa tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Inovasi pendidikan akan seiring sejalan dengan dinamika masyarakat karena masyarakat selalu berkembang. Dalam kondisi ini, perubahan-perubahan di masyarakat terjadi pada semua aspek kehidupan. Efek-efek perubahan itu akan berimbas pada setiap individu warga masyarakat, pola-pola hidup dan khususnya pada pendidikan (pengetahuan).
Dari uraian di atas pemakalah akan membahas masalah-masalah yang timbul dalam pengembangan inovasi kurikulum.

B.       Rumusan masalah
1.    Apa pengertian pengembangan dan inovasi kurikulum ?
2.    Apa penyebab munculnya inovasi kurikulum ?
3.    Apa saja jenis-jenis inovasi kurikulum ?




C.      Pembahasan
1.    Pengertian Pengembangan dan Inovasi Kurikulum
Inovasi dapat diartikan sebagai suatu yang baru dalam situasi sosial tertentu yang digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan. Dilihat dari bentuk atau wujudnya “suatu yang baru” itu dapat berupa ide, gagasan, benda atau mungkin tindakan. Sedangkan dilihat dari maknanya sesuatu yang baru itu bisa benar-benar baru yang belum tercipta sebelumnya yang kemudian disebut dengan Invantion, prosesnya misalkan penerapan metode atau pendekatan terhadap pembelajaran yang benar-benar baru dan belum dilaksanakan dimanapun untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.
Pengembangan dan inovasi yang dimaksud adalah berkembangnya suatu ide, gagasan atau tindakan tertentu dalam bidang kurikulum yang dianggap baru untuk memecahkan berbagai masalah dalam pendidikan. Masalah-masalah inovasi kurikulum berkaitan dengan asas relevansi antara bahan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, antara kualitas pembelajaran di sekolah dengan pengguna lulusan dilapangan pekerjaan.
Dalam buku pengembangan kurikulum PAI yang dimaksud dengan perkembangan dan inovasi kurikulum adalah suatu pembaharuan atau gagasan yang diharapkan membawa dampak terhadap kurikulum itu sendiri. Dampak ini bukan hanya pada pengembangan, melainkan juga terhadap proses pendidikan sebagai implementasi suatu kurikulum secara menyeluruh, termasuk terhadap penerapan pendidikan diberbagai jenjang.
Sebagai contoh dari pengembangan dan inovasi kurikulum antara lain :
a.    Dari sisi bentuk dan pengembangan inovasi kurikulum berupa perubahan kurikulum 1968 menjadi kurikulum 1975, dari kurikulum 1975 menjadi kurikulum 1984, dari kurikulum 1984 menjadi kurikulum 1994, dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 1997, dari kurikulum 1997 menjadi kurikulum 2004, dari kurikulum 2004 menjadi kurikulum 2006 yang sedang proses pelaksanaannya.
b.    Dari sisi psikologi timbul masalah berkenaan dengan pendekatan pembelajaran yang baru, maka muncul berbagai perkembangan dan inovasi seperti: keterampilan proses, CBSA, CTL dan lain-lain.
c.    Dari sisi sosiolagis timbul masalah berkenaan dengan tuntutan masyarakat modern yang semakin tinggi dan kompleks sehingga muncul dan inovasi berupa masuknya mata pelajaran keterampilan, bengkel kerja, TIK, life skiles dan lain-lain.
Dari beberapa devinisi pengembangan dan inovasi kurikulum di atas itu semua bertolak pada problem dan need, yaitu pada masalah-masalah yang sedang berkembang baik secara lokal maupun nasional serta tuntutan kebutuhan peserta didik dan kebutuhan masyarakat.
2.    Penyebab Munculnya Inovasi Kurikulum
Masalah pendidikan itu adalah sebagai sumber inovasi. Sekalipun telah diberlakukannya otonomi daerah sebagai konsekwensi penerapan UU No 22 Tahun 1999, permasalahan itu tampaknya akan tetap ada, bahkan akan semakin kompleks. Masalah tersebut adalah masalah relevansi, maslah kualitas, masalah efektivitas dan efisiensi, masalah daya tampung sekolah yang terbatas.
a.    Masalah Relevansi Pendidikan
Maksudnya adalah kesesuaian antara kenyataan atau pelaksanaan dengan tuntutan dan harapan. Dalam konteks pendidikan, relevansi adalah kesesuaian antara pelaksanaan dan hasil pendidikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Masalah relevansi pendidikan dapat dilihat dari 3 sisi :

1)   Relevansi pendidikan dengan lingkungan hidup siswa
2)   Relevansi pendidikan dengan tuntutan kehidupan siswa baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
3)   Relevansi pendidikan dengan tuntunan dunia kerja
b.    Masalah Kualitas Pendidikan
Selain masalah relevansi, maka rendahnya kualitas pendidikan juga dianggap sebagai suatu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita dewasa ini. Rendahnya kualitas pendidikan ini dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari segi proses dan dari segi hasil.
c.    Masalah Efektivitas dan Efisiensi
Efktivitas berhubungan dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajaran yang didesain oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Efisiensi berhubungan dengan jumlah biaya, waktu dan tenaga yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya suatu program pembelajaran dikatakan memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, manakala dengan jumlah biaya yang minimal dapat menghasilkan tujuan yang maksimal.
d.   Masalah Daya Tampung yang Terbatas
Masalah lain yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah terbatsnya daya tampung sekolah khususnya pada tingkat SLTP. Masalah ini muncul setelah keberhasilan penyelenggaraan SD/MI. Yang mengakibatkan meledaknya lulusan sekolah dasar, sehingga menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas pada jenjang di atasnya (SLTP/MTs).
3.    Jenis-jenis Inovasi Kurikulum
Inovasi kurikulum dapat diterima oleh sasaran harus melalui proses komunikasi atau saling tukar informasi antara warga masyarakat, siswa dengan pelaksana pendidikan dan hal itu disebut difusi. Ada dua bentuk sistem difusi, yaitu difusi sentralisasi dan desentralisasi.
Agar terjadi proses difusi sehingga inovasi mudah diterima oleh sasaran inovasi tergantung dari beberapa faktor diantaranya :
a.    Faktor pembiayaan
b.    Risiko yang muncul akibat inovasi
c.    Kompleksitas
d.   Kompabilitas
e.    Tingkat keandalan
f.     Keterlibatan
g.    Kualitas penyuluh
Faktor-faktor di atas, sangat mempengaruhi keberhasilan penyebaran dan penerimaan inovasi pendidikan. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut dapat juga sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan berbagai bentuk inovasi pendidikan.
Sebagai usaha mengefektifkan pencapaian tujuan pendidikan, pemerintah terus menerus melakukan berbagai perbaikan dan pembaharuan (inovasi pendidikan dan kurikulum). Beberapa pembaharuan (inovasi) yang telah dilakukan dikemukakan di bawah ini :
a.    Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
1)   KTSP adalah kurikulum sebagai jumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Maka dapat dikatakan bahwa KTSP merupakan kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu.
2)   KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu.
3)   KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah. Hal ini tampak pada salah satu prinsip KTSP yakni berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
4)   KTSP merupakan kurikulum teknologis. Hal ini dapat dilihat dari adanya standar kompetensi, kompetensi dasar yang kemudian dijabarkan pada indikator hasil belajar.
b.    Penyelenggaraan Sekolah Lanjutan Pertama Terbuka (SLTPT)
SLTP Terbuka merupakan sekolah menengah umum Tingkat Pertama yang kegiatan belajarnya dilaksanakan sebagian besar diluar gedung sekolah. Penyampaian pelajaran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media sebagai pengganti guru, misalnya dengan menggunakan paket belajar berupa modul dan pemanfaatan media elektronik seperti radio.
Ciri-ciri SLTP Terbuka antara lain :
1)   Terbuka bagi peserta didik tanpa pembatasan umur dan syarat-syarat akademis.
2)   Terbuka dalam memilih program belajar untuk mencapai ijazah formal.
3)   Dalam proses belajar mengajar tidak selalu di dalam kelas, sesuai dengan kesempatan guru.
c.    Pengajaran Melalui Modul
Modul dapat diartikan sebagai suatu unit lengkap yang berdiri sendiri yang terdiri dari rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
Modul memiliki karakteristik sebagai berikut :
1)   Modul adalah unit pengajaran terkecil yang direncanakan dan ditulis secara sistematis dan operasional.
2)   Modul dirancang agar memungkinkan peserta didik belajar sendiri seoptimal mungkin.
3)   Modul dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajarnya masing-masing.
d.   Pembelajaran melalui Komputer
Pembelajaran melalui komputer adalah bentuk pembelajaran yang dirancang secara individual dengan cara siswa berinteraksi secara langsung dengan materi pelajaran yang diprogram secara khusus melalui sistem komputer.
D.      Simpulan
1.    Pengembangan dan inovasi kurikulum adalah berkembangnya suatu ide atau gagasan yang baru di bidang kurikulum untuk memecahkan masalah dalam pendidikan.
2.    Penyebab inovasi kurikulum adalah :
a.    Masalah relevansi pendidikan
b.    Masalah kualitas pendidikan
c.    Masalah efektifitas dan efesiensi
d.   Masalah daya tampung yang terbatas
3.    Jenis-jenis inovasi kurikulum :
a.       Pemberlakuan KTSP
b.      Penyelenggaraan SLTPT
c.       Pengajaran melalui modul
d.      Pembelajaran melalui komputer.








DAFTAR PUSTAKA

http://hendrap.wordpres.com/inovasi-kurikulum.html diakses tanggal 21 Oktober 2012.
Muslam, Pengembangan Kurikulum MI/PAI SD, Semarang: PKPI2 Kilat Press, 2008.
Sanjaya, Wina, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: KENCANA PRENADA MEDIA GROUP, 2008.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

0 comments:

Post a Comment