SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Written By Wira Junior on Tuesday, July 9, 2013 | 4:44 AM



"SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM "

IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
(KTSP) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan aspek penting bagi perkembangan sumber daya manusia, sebab pendidikan merupakan wahana atau salah satu instrumen yang digunakan bukan saja untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan, melainkan juga dari kebodohan dan kemiskinan. Pendidikan diyakini mampu menanamkan kapasitas baru bagi semua orang untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru sehingga dapat diperoleh manusia produktif. Di sisi lain, pendidikan dipercayai sebagai wahana perluasan akses dan mobilitas sosial dalam masyarakat baik secara horizontal maupun vertikal.

Di era globalisasi dewasa ini, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia bergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Kemajuan Bangsa Indonesia hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat menaikan harkat dan martabat manusia Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, sekarang pemerintah telah mempercepat perencanaan Millenium Development Goals (MDGS), yang semula dicanangkan tahun 2020 dipercepat menjadi 2015. Millenium Development Goals (MDGS) adalah era pasar bebas atau era globalisasi, sebagai era
persaingan mutu kualitas, siapa yang berkualitas dialah yang akan maju dan mampu mempertahankan eksistensinya. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.1 Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan dan strateginya agar sesuai dengan kebutuhan, dan tidak ketinggalan zaman. Penyesuaian tersebut secara langsung mengubah tatanan dalam sistem makro, meso, maupun mikro, demikian halnya dalam sistem pendidikan. Sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik ditingkat lokal, nasional, maupun global.2 Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan tersebut adalah
kurikulum, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara; khususnya oleh guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu, sejak Indonesia memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak bangsanya, sejak saat itu pula pemerintah menyusun kurikulum.3 Masa depan Bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa dikemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah tersebut.

Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang sangat vital bagi perkembangan suatu bangsa. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum tersebut.
Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal.

Salah satu inovasi terbaru yang dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan menyempurnakan kualitas kurikulum yang lama, yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan dikeluarkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 (PP19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengamanatkan kurikulum pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI (Standar Isi) dan SKL (Standar Kompetensi Lulusan). Selain itu, juga berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) serta penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU
Pada dasarnya kurikulum yang baru ini tidak ada perubahan dengan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) .kurikulum baru ini ialah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mulai akrab disebut Kurikulum 2006 yang diolah berdasarkan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan produk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sudah diresmikan pada tanggal 7 Juli 2006. Kurikulum tersebut mengakomodir kepentingan daerah. Guru dan sekolah diberikan otonomi untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi sekolah, permasalahan sekolah dan kebutuhan sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut adanya kesanggupan guru untuk membuat kurikulum yang mendasarkan pada kebolehan, kemampuan dan Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun 2006 ini berarti
satuan-satuan pendidikan harus mampu mengembangkan komponenkomponen dalam kurikulum KTSP. Komponen yang dimaksud mencakup visi, misi, dan tujuan tingkat satuan pendidikan; struktur dan muatan; kalender pendidikan; silabus sampai pada rencana pelaksanaan pembelajaran. KTSP memiliki beberapa karakteristik yang secara umum Yaitu, adanya partisipasi guru; partisipasi keseluruhan atau sebagian staf sekolah; rentang aktivitasnya mencakup seleksi (pilihan dari sejumlah alternatif kurikulum), adaptasi (modifikasi kurikulum yang ada), dan kreasi (mendesain
kurikulum baru); perpindahan tanggung jawab dari pemerintah pusat (bukan pemutusan tanggung jawab); proses berkelanjutan yang melibatkan masyarakat; dan ketersediaan struktur pendukung (untuk membantu guru maupun sekolah). Pada dasarnya, tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah bagaimana membuat siswa dan guru lebih aktif dalam pembelajaran.
Selain murid harus aktif dalam kegiatan belajar dan mengajar, guru juga harus aktif dalam memancing kreativitas anak didiknya sehingga dialog dua arah terjadi dengan sangat dinamis. Kelebihan lain KTSP adalah memberi alokasi waktu pada kegiatan pengembangan diri siswa. Siswa tidak melulu mengenal teori, tetapi diajak untuk terlibat dalam sebuah proses pengalaman belajar.
Kurikulum yang baru ini nantinya menuntut setiap sekolah membuat kurikulum yang berbeda-beda. Namun, dalam penyusunannya harus memperhatikan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Dalam kurikulum baru ini guru diberi otonomi dalam menjabarkan kurikulum, dan murid sebagai subyek dalam proses belajar mengajar. Dari situlah diharapkan implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan dapat memenuhi standardisasi evaluasi belajar siswa. Namun sebagai konsep baru dalam peningkatan kualitas kurikulum, KTSP tidaklah mudah diterapkan secara universal dan instan. Bahkan Pemerintah menargetkan empat tahun semua sekolah di Indonesia dapat melaksanakan KTSP dengan menyeluruh. Apalagi selama ini, mayoritas sekolah-sekolah masih berpusat dengan pemerintah pusat. Jadi untuk menerapkan KTSP memerlukan soialisasi-sosialisasi dan proses pengalaman. Berdasarkan uraian di atas muncul suatu permasalahan bahwa suatu proses belajar mengajar dan tujuan belajar dalam KTSP berbeda dengan kurikulum sebelumnya untuk itu butuh kesiapan diri berbagai pihak termasuk kesiapan kepala sekolah dan kesiapan guru sebagai objek pembelajaran yang diharapkan mampu dalam mengajukan argumentasi dan rasionalisasi dan
berbagai sudut pandang untuk mendukung diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Salah satu Madrasah Aliyah yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang. Di Madrasah Aliyah Muhammidyah 1 Malang, dalam proses belajar mengajar para guru menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai acuan. Namun dalam penerapannya para guru masih mengalami hambatan, seperti terbatasnya dana, waktu, dan tenaga pengajar, sehingga penggunaan metode pembelajaran tersebut selama ini belum bias berlansung secara optimal. Hal tersebut dapat mempengaruhi mutu pendidikan yang ada
di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang. Penelitian tentang kurikulum relatif telah banyak dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Suci Ningsih yang berjudul Implementasi Kurikulum
Berbasis Kompetensi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Batu. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang yang menekankan pada pengembangan kemampuan dalam melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar perpormasi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa, yang berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Dalam penelitian tersebut, peneliti berusaha mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam Implementasi KBK ini, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Adapun tujuan dari pada penelitian adalah untuk mengetahui Implementasi KBK ini dengan baik, untuk mengetahui faktor yang telah menjadi pendukung dan penghambat dalam Implementasi KBK, dan penulis juga ingin mengetahui persiapan pendidik
dengan adanya KBK ini, terutama Implementasi KBK yang terfokus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.4 Melihat penelitian terdahulu di atas, tampaknya penelitian tentang
kurikulum adalah hal yang menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang. Karena, KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, yakni KBK.

B. Rumusan Masalah
4 Suci, Ningsih. 2006. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang. Tidak diterbitkan Bertitik tolak dari latar belakang yang telah dipaparkan, dapat di rumuskan persoalan yang akan diteliti, yakni:

1. Bagaimanakah pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang?

2. Apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang?

C. Tujuan Penelitian
Untuk menghindari adanya ketidaksesuaian antara topik pembahasan yang mungkin terjadi, maka berdasarkan rumusan diatas yang menjadi tujuan penyusunan skripsi ini adalah:

1. Untuk mengetahui pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang
2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang.

D. Kegunaan Penelitian
Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk:
1. Secara teoritis Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai
sumber referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta dapat menambah pemahaman dan wawasan mengenai kurikulum baru yang menyempurnakan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

2. Secara praktis
a. Bagi Guru :
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi untuk dapat :
1) Meningkatkan kualitas guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
2) Membantu dalam pencapaian tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
3) Mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat di dalam pelaksanaan KTSP.
4) Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman dalam ruang lingkup yang lebih luas guna menunjang profesinya sebagai guru.

b. Bagi Siswa
1) Menambah wawasan dan pemahaman mengenai KTSP.
2) Meningkatkan kepekaan siswa terhadap perkembangan IPTEK.

c. Bagi Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang
1) Sebagai studi banding pelaksanaan KTSP dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang
2) Pengembangan jaringan dan kerjasama strategis antara sekolah\ dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan sekolah.

d. Bagi Peneliti
Memperoleh wawasan dan pemahaman baru mengenai salah satu aspek yang penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan demikian, diharapkan peneliti sebagai calon guru siap melaksanakan tugas sesuai kebutuhan dan perkembangan Zaman.

E. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini, pembatasan masalah pada Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengacu pada Standart Isi (SI) dan Standart Kompetensi Lulusan (SKL) dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di samping itu, peneliti membatasi penelitian ini pada faktor pendukung dan penghambat implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah 1 Malang, dan membatasi ruang lingkup penelitiannya di Madrasah Aliyah Muhamadiyah 1 Malang.

F. Defenisi Oprasional
Agar tidak terjadi salah pengertian terhadap judul skripsi ini dan agar tidakm meluas sehingga skripsi ini tetap pada pengertian yang dimaksud dalam judul maka perlu adanya penegasan istilah. Adapun penegasan istilah tersebut sebagai berikut :

1. Implementasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, implementasi adalah pelaksanaan, penerapan. Sedangkan menurut Susilo (2007) implementasi merupakan suatu penerapan ide, konsep, kebijakan, atau
inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai, dan sikap. Dalam Oxford Advance Learner Dictionary dikemukakan bahwa implementasi adalah put something into effect (penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak).5 Berdasarkan definisi implementasi tersebut, implementasi
kurikulum didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Implementasi kurikulum tertulis (Written Curriculum) dalam bentuk pembelajaran.6
Berdasarkan uraian tersebut, implementasi pembelajaran berbasis KTSP dapat didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan KTSP dalam suatu aktivitas pembelajaran,
sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Implementasi KTSP juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum operasional dalam bentuk pembelajaran.

2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Istilah kurikulum pada zaman Yunani kuno, berasal dari kata Curere yang berarti tempat pertandingan . Kurir artinya pelari yang bertugas menyampaikan berita dari suatu tempat ke tempat lain. Kurikulum diartikan jarak yang harus ditempuh dalam suatu perlombaan lari atau rara cource . Analog dengan makna di atas, kurikulum dalam pendidikan, diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran dan materi yang harus dikuasai peserta didik untuk memperoleh ijazah tertentu.7 Selain itu para ahli kurikulum juga memberikan definisinya, dalam bukunya Darsono (2006) ada beberapa pengertian kurikulum, diantaranya menurut Mcdonal (1965) menyatakan bahwa kurikulum sebagai rencana kegiatan untuk menuntun pengajaran. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk pendidikan peserta didik selama belajar di sekolah (Beauchamp, 1981)n7 Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Press. Hal, 126. atau sebagai rencana untuk membelajarkan peserta didik (Hilda Taba, 1962). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kurikulum adalah (1) perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan, (2) perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus.8 Ahli kurikulum lainnya Mauritz Johnson dalam bukunya
Sukmadinata, kurikulum Prescribes (or at least anticipates) the result of in struction kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup
dan urutan isi serta proses pendidikan. Jadi kurikulum adalah suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar.9 Sedangkan menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.10
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
8 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta
: Balai Pustaka. Hal, 617. 9 Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Hal, 4.
10 Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Penyusunan KTSP Kabupaten/Kota; Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Hal, 5. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan dan silabus.11

3. Mutu Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, yang dimaksud dengan mutu memiliki pengertian sesuai dengan makna yang terkandung dalam siklus pembelajaran. Secara ringkas dapat disebutkan beberapa kata kunci pengertian mutu, yaitu: sesuai standar (fitness to standard), sesuai penggunaan pasar/pelanggan (fitness to use), sesuai perkembangan
kebutuhan (fitness to latent requirements), dan sesuai lingkungan global (fitness to global environmental requirements).

G. Sistematika Pembahasan
Dalam penulisan skripsi tentu ada sistematika pembahasannya. Demikian pula dengan skripsi yang berjudul Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang . Penulis susun sistematika
pembahasannya sebagai berikut :

BAB I : Merupakan kerangka dasar yang memuat orientasi pemahaman dalam pengkajian, termasuk di dalamnya memuat pokok-pokok pikiran yang menjadi persoalan sekaligus merupakan arah dalam
pembahasan penelitian ini. Sebagai pokok pikiran tentunya perlu sekali dijabarkan secara mendetail, pokok pikiran yang dimaksud di sini adalah terdiri dari Pendahuluan yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II : Menguraikan tentang kajian pustaka yang mengacu pada kriteriakriteria yang ada yaitu pmbahasan tentang tinjauan mengenai Motivasi Belajar yang meliputi pengertian kurikulum, pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), landasan yuridis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), karakteristik Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), acuan operasiomal penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Komponen-Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), prinsip-prinsip Pelaksanaan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), manajemen Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pengertian mutu, pengertian pendidikan, mutu pendidikan,
prinsip-prinsip peningkatan mutu pendidikan 

BAB III : Bab ini berisi metode-metode yang sesuai yang digunakan penulis untuk memperoleh data dan informasi yang lebih lengkap dan valid.

BAB IV : Penulis berusaha memaparkan hasil penelitian tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang yang meliputi: Deskripsi tempat

BAB V Penulis berusaha memaparkan hasil analis data penelitian tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)m dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Muhamadiyah I Malang yang meliputi: Analisis data penelitian dan pembahasan

 VI Pada akhir pembahasan skripsi ini penulis mengemukakan kesimpulan hasil penelitian dan saran yang berkaitan dengan realitas hasil penelitian, demi keberhasilan dan pencapaian tujuanyang diharapkan.

NB : JIKA SOBAT INGIN VERSI LENGKPNYA SILAHKAN REQUEST DIKOLOM KOMENTAR, DENGAN MENINGGALKAN E-MAILNYA.............


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

0 comments:

Post a Comment